Agen Panik Gas Elpiji 3 Kg Kosong Lagi

PONTIANAK, KB1- Sejumlah agen gas elpiji di Kota Pontianak mengeluhkan pasokan kosong, terutama tabung ukuran 3 kilogram. Imbasnya, para agen ini tidak bisa mengantongi omzet., bahkan pihak Pertamina sebagai penanggung jawab masalah ini justru tidak memberikan tanggapan.

Sebut saja Ajang Maulana, agen elpiji Kota Pontianak ini mengaku kelangkaan tabung ukuran 3 kilogram sudah berlangsung sebulan. Kondisi serupa juga terjadi di tingkat pedagang dan pengecer.

“Saya sendiri tidak tahu kenapa stok gas bisa kosong,” tuturnya.

Kalbarsatu.com pun mencoba meminta konfirmasi kepada pihak Pertamina Cabang Pontianak. Sayang dari jawaban petugas ini meminta awak media langsung melakukan konfirmasi kepada Humas Pertamina Cabang Balikpapan.”Kami di sini hanya melakukan pemasaran saja,” kata salah satu staf Pertamina Pontianak.

Semakin sulitnya gas elpiji 3 kilogram (Kg) diperoleh, sangat dikeluhkan warga ekonomi kurang mampu (miskin) di Pontianak. Kelangkaan gas elpiji konversi dari bahan bakar minyak (BBM) tanah beberapa tahun lalu itu, saat ini warga hanya bisa pasrah sambil menunggu ketidakpastian.

Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini juga dimanfaatkan sejumlah pihak yang tidak bertanggungjawab. Seperti terjadi di Jalan Tanjung Raya II, sulitnya memperoleh gas elpiji dan tingginya permintaan pembeli, harga per tabung gas elpiji ini tembus Rp25-30 ribu dari harga biasanya yang hanya Rp20-23 ribu per tabung.

“Sekarang kalau ada gas 3 kg di sini harganya sudah selangit, sudah menembus harga Rp30 ribu itu pun warga berebut nak dapatkan gas,” kata Vivin, warga Jalan Tanjung Raya II kepada kalbarsatu.com (ang/ags)

 

 

 

 

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1969 kali