Aktivis Mahasiswa Rela Diguyur Hujan, Sampaikan Aspirasi Tolak BBM

PONTIANAK, KB1- Sedikitnya ada 50 aktivis mahasiswa yang tergabung orang dari aliansi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pontianak menggelar aksi di Bundaran Digulis Universitas Tanjung Pura, Kamis (13/11/2014). Mereka menolak kebijakan pemerintah harga BBM.

Ketua PMII Pontianak, Irham Mahardika menyebutkan kebijakan pemerintah yang hendak menaikkan harga BBM merupakan kebijakan keliru disaat kondisi ekonomi masyarakat belum membaik. Menurutnya harga BBM ini ditentukan oleh pasar global yang dikendalikan oligarki migas internasional.
Mahasiswa IAIN Pontianak ini juga menyebutkan alasan subsidi BBM yang dikonversi ke sektor produktif, ia menuding terlalu dipaksakan.

“Mari kita mengurai lagi logika ekonomi-politik BBM. Sikap kami tetap akan menolak rencana penaikan BBM ini apalagi jika kenaikan BBM ini mencapai 30 persen maka rakyat akan mengalami kesulitan yang luar biasa,” tuturnya.

Koorlap, Syamsul mengatakan masyarakat akan tetap menolak rencana pemerintah tersebut, karena kebijakan itu akan semakin membebani masyarakat yang secara ekonomi masih lemah.

Saat ini saja isu kenaikan BBM telah berdampak sistemik pada harga kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya. Rencana kenaikan BBM ini sangat bermotif politik. Apalagi ditambah tiga kartu sakti ala Jokowi-JK yaitu KIS (kartu Indonesia Pintar), KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan KIS (kartu Indonesia Sejahtera).

Aksi demo ini kemudian dilanjutkan ke kantor DPRD Kalbar dan Kantor Pertamina, Jalan Soetoyo. Ada Lima tuntutan dari kami, pertama dengan tegas kami menolak kenaikan harga BBM, Cabut UU Migas No. 22/2001, Berantas mafia Migas, Bubarkan Petral dan Ciptakan Industri hilir karet di Kalbar. (cc/01)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1239 kali