KalbarOke.Com — Kondisi beram Jembatan Benawan di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang semakin hari dinilai semakin memprihatinkan. Hingga saat ini, belum terlihat adanya langkah nyata dari pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk melakukan perbaikan, meski kondisi keretakan sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir, Selasa (26/5/2026).
Joko, warga setempat, menilai pemerintah terkesan lamban dalam menyikapi persoalan yang berkaitan langsung dengan keselamatan para pengguna jalan raya. Pasalnya, kerusakan pada beram jembatan tersebut terus mengalami perkembangan dan dikhawatirkan dapat membahayakan masyarakat yang melintas.
“Sejak berita pertama hingga kedua diterbitkan, belum ada tanggapan serius dari pemerintah terkait. Kondisi keretakan sudah sangat jelas terlihat dan semakin parah,” ujarnya.
Saat ini, di lokasi hanya terlihat pemasangan garis pembatas (police line) serta baliho peringatan bagi pengguna jalan. Namun, masyarakat menilai langkah tersebut belum cukup apabila tidak dibarengi dengan tindakan perbaikan secara nyata.
Warga pun mempertanyakan sampai kapan kondisi tersebut akan dibiarkan tanpa adanya kepastian penanganan. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Jangan sampai menunggu ada korban jiwa baru dilakukan perbaikan. Pemerintah harus sigap dan cepat mengambil keputusan dalam menangani longsornya beram jembatan tersebut,” tambah warga lainnya.
Harapan senada diutarakan oleh Mirna, yang juga merupakan warga setempat. Ia sangat berharap kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera melakukan penanganan serius agar akses jalan tetap aman dilalui.
“Saya selaku warga tentunya sangat berharap kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait segera melakukan penanganan serius agar akses jalan tetap aman dilalui dan tidak membahayakan pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut,” kata Mirna.
Ringkasan Berita:
- Kerusakan beram Jembatan Benawan di Jalan Basuki Rahmat, Bengkayang terpantau semakin meluas dan memprihatinkan pada Selasa (26/5/2026).
- Warga setempat menilai pemerintah kabupaten maupun provinsi lamban karena belum melakukan tindakan perbaikan nyata setelah berbulan-bulan retak.
- Di lokasi jembatan saat ini baru dipasangi garis polisi (police line) serta baliho peringatan darurat bagi para pengendara yang lewat.
- Kerugian dan potensi bahaya dikhawatirkan meluas mengingat area beram jembatan tersebut terus mengalami longsor di sisi jalan utama.
- Warga mendesak instansi teknis terkait segera melakukan realisasi perbaikan permanen sebelum munculnya korban jiwa di kalangan pengguna jalan.







