Dongkrak Ekonomi Desa, 90 Penasehat dan Pengelola BUMdes Sintang Dilatih

0

Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang gelar pelatihan peningkatan keterampilan manajemen dan pengelolaanBUMDes di Aula CU Keling Kumang Sintang, Kamis (14/11). Pelatihan diberikan selama dua hari kepada 90 Penasehat dan Pengelola BUMDes seluruh Kecamatan di Kabupaten Sintang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni, SH,.M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini diperuntukkan bagi para penasehat dan pengelola atau pengurus BUMDes se-Kabupaten Sintang. Salah satu tujuan kegiatan ini, untuk meningkatkan kemampuan, pemahaman dan wawasan para penasehat dan manajer BUMDes.

“Kita ingin mereka mampu untuk melaksanakan tugas dan fungsinya, sehingga prakarsa dan kreatifitas masyarakat dalam pengembangan ekonomi mereka. Kemudian kita ingin mereka mampu memanfaatkan sumberdaya dan potensi lokal desa masing-masing melalui BUMDes,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Hukum dan Politik, Drs. Syarifuddin, mengatakan pemberdayaan bagi masyarakat desa adalah salah satu prioritas pembangunan Pemkab Sintang. Lewat prime over Pemkab Sintang, yaitu membangun dari pinggiran.

“Kita mau proses pembangunan itu berlangsung dari bawah, dan itu dimulai dari keberlangsungan hidup di desa. kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis yang Pemda lakukan untuk memperkuat BUMDes kita yang ada di Sintang ini. Pada proses penguatan SDM BUMDes ini, kita mau merangkul keseluruhan potensi dan kearifan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa,” tambahnya seusai membuka secara resmi pelatihan.

Pelatihan kali ini mengusung tema meningkatkan, mengoptimalkan dan menciptakan perekonomian desa dalam pengembangan potensi desa melalui BUMDes. Dengan mendatangkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Propinsi Kalimantan Barat. Serta pemateri yang berasal dari berbagai instansi pemerintahan dan BUMN Perbankan yang ada di Sintang. (Zz)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 839 kali