Uji Laboratorium DLH Pontianak Buktikan Eco Enzyme Efektif Tekan Pencemaran Air dan Pertumbuhan Alga

Pemanfaatan cairan eco enzyme oleh Pemkot Pontianak terbukti sukses meningkatkan kualitas air Parit Sungai Bangkong hingga 30-50 persen berdasarkan hasil uji laboratorium DLH. (Foto: Ist.)

KalbarOke.Com — Upaya Pemerintah Kota Pontianak dalam memperbaiki kualitas lingkungan melalui pemanfaatan eco enzyme mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, kualitas air di parit Sungai Bangkong yang menjadi lokasi penaburan eco enzyme beberapa pekan lalu, mengalami peningkatan signifikan berkisar antara 30 hingga 50 persen.

Hasil tersebut menunjukkan adanya tren perbaikan kualitas air yang nyata di Parit Sungai Bangkong. Sejumlah parameter krusial mengalami perubahan positif, di antaranya peningkatan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) dari 0,42 miligram per liter naik menjadi 0,54 miligram per liter, serta penurunan nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 10 hingga 40 persen.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan bahwa penaburan eco enzyme yang dilakukan di parit Jalan Alianyang sekitar dua hingga tiga pekan lalu memberikan dampak riil terhadap ekosistem perairan kota.

“Setelah dilakukan pengujian laboratorium, terdapat peningkatan kualitas air. Kadar oksigen yang sebelumnya rendah mengalami peningkatan, begitu juga indikator lainnya. Secara keseluruhan ada peningkatan kualitas sekitar 30 hingga 50 persen,” ujarnya usai melakukan penaburan cairan eco enzyme secara simbolis di Parit Jalan HOS Cokroaminoto, Jumat (17/7/2026).

Baca :  Sasar Konten Kreator hingga Toko Online, BPS Pontianak Geber Sensus Ekonomi 2026

Aksi lingkungan kali ini terasa spesial karena dirangkai bersamaan dengan agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP Negeri 1 Pontianak. Langkah kolaboratif tersebut sengaja diambil untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan sejak dini.

Selain menggalakkan eco enzyme, Edi juga menekankan pentingnya penghijauan massal dan mengimbau masyarakat luas untuk menyetop kebiasaan membuang sampah sembarangan dengan mulai memilah serta mengelola sampah organik langsung dari sumber rumah tangga.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, memaparkan bahwa hasil laboratorium tersebut menjadi indikasi awal adanya respons biologis yang sangat baik.

“Hasil laboratorium juga menunjukkan kadar nitrat turun hingga mendekati 50 persen. Ini menjadi indikator bahwa kandungan nutrien penyebab pencemaran mulai berkurang sehingga potensi pertumbuhan alga secara berlebihan (blooming alga) juga semakin kecil,” ungkap Syarif.

Meski demikian, pihak DLH menegaskan akan tetap melakukan pemantauan serta pengujian berkala untuk memastikan konsistensi peningkatan kualitas air ini sebagai dasar penyusunan kebijakan lingkungan ke depan.

Di sisi lain, Kepala SMP Negeri 1 Pontianak, Kiswanti, menjelaskan bahwa aksi ini sejalan dengan tema “MPLS Ramah, Hijau, dan Berkarakter”. Cairan eco enzyme yang dituangkan merupakan produk mandiri hasil proses pembelajaran kokurikuler sejak Februari 2026. Aksi nyata ini berhasil memproduksi 286 liter dari tangan siswa dan 100 liter dari dewan guru. Program berkelanjutan ini menjadi modal kuat SMPN 1 Pontianak yang tengah melangkah dari Sekolah Adiwiyata Nasional menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Baca :  Kemenag Kalbar Hadiri Haflah Akhirussanah Ponpes Darunna’im Pontianak, Soroti Peran Penting Pesantren

Ringkasan Berita:

  • Uji laboratorium DLH Kota Pontianak mencatat kualitas air Parit Sungai Bangkong naik 30-50% setelah ditaburi cairan eco enzyme, ditandai dengan naiknya kadar DO serta turunnya kadar BOD, COD, dan zat nitrat.
  • Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memimpin langsung penaburan lanjutan di Parit Jalan HOS Cokroaminoto sekaligus mengajak masyarakat mengelola sampah dari rumah tangga.
  • Aksi lingkungan ini melibatkan pelajar dalam momen MPLS guna menanamkan karakter peduli ekosistem sejak usia sekolah.
  • SMP Negeri 1 Pontianak menyumbangkan total 386 liter eco enzyme hasil produksi mandiri guru dan siswa sebagai bagian dari komitmen menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri.
  • DLH Kota Pontianak akan terus memantau berkala kualitas air parit guna memastikan hasil yang konsisten demi keberlanjutan ekosistem kota.