KalbarOke.Com — Kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman Kabupaten Landak kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah video kerusakan jalan dan jembatan penghubung antara Kecamatan Meranti dan Kecamatan Kuala Behe viral di media sosial. Kerusakan parah tersebut dilaporkan membuat aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat lumpuh total.
Jalur yang terdampak meliputi penghubung Desa Sehe Lusur dan Desa Begawan Ampar di Kecamatan Kuala Behe, hingga Dusun Jelayan di Kecamatan Meranti. Kondisi jalan yang berlumpur serta jembatan yang rapuh membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas sama sekali.
Dalam salah satu video yang beredar, terlihat anak-anak sekolah berteriak meminta perhatian pemerintah agar jembatan di Dusun Jelayan segera diperbaiki. Mereka mengaku sangat kesulitan untuk pergi ke sekolah karena satu-satunya akses penghubung wilayah tersebut kini tidak lagi bisa dilalui.
Video lainnya memperlihatkan aksi protes sejumlah ibu-ibu di wilayah Begawan Ampar. Mereka berdiri di tengah kubangan lumpur setinggi betis untuk menunjukkan betapa buruknya kualitas jalan yang merupakan akses utama warga pedesaan.
Kepala Dusun Jelayan, Lidas, menjelaskan bahwa jembatan yang rusak memiliki panjang sekitar 8 meter dengan lebar 4 meter. Jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Dusun Peluntan dan Dusun Jelayan, serta menjadi jalur utama mobilitas warga dari dua kecamatan.
“Jembatan ini sudah rapuh. Anak-anak sekolah tidak bisa lewat, sepeda motor juga tidak bisa lewat. Perekonomian masyarakat jadi terhambat,” ujar Lidas memberikan keterangan terkait kondisi di lapangan.
Menurutnya, ribuan warga di Kecamatan Meranti dan Kuala Behe terdampak langsung oleh kerusakan ini. Ia sangat berharap pemerintah daerah segera melakukan pembangunan ulang jembatan agar roda perekonomian dan aktivitas sekolah kembali normal.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan bahwa pihak pemerintah daerah terus berupaya memetakan kerusakan infrastruktur yang diakibatkan oleh faktor cuaca dan bencana alam. Fokus utama saat ini adalah memastikan arus barang kebutuhan pokok tetap bisa mengalir.
“Nah, mudah-mudahan bisa kita tangani dulu sementara sehingga arus barang dan sembako bisa lancar,” kata Karolin menanggapi keluhan warga.
Bupati Karolin mengakui bahwa keterbatasan anggaran dan dana cadangan daerah menjadi tantangan utama dalam melakukan perbaikan permanen dalam waktu singkat. Namun, ia memastikan koordinasi dengan pemerintah desa akan terus diperkuat untuk mencari solusi fungsional di jalur-jalur krusial.
“Dana cadangan kita juga sangat terbatas, tapi nanti akan kita koordinasikan lagi mana yang bisa ditangani lebih dulu agar jalur tetap fungsional,” tambahnya.
Masyarakat Kalimantan Barat kini menaruh perhatian besar pada kondisi Meranti–Kuala Behe. Warga berharap jeritan anak-anak sekolah dan kesulitan masyarakat di pedalaman Landak ini segera mendapatkan respons nyata sebelum akses tersebut benar-benar tidak dapat digunakan sama sekali.
Ringkasan Berita:
- Video anak sekolah meminta perbaikan jembatan di Dusun Jelayan, Landak, viral di media sosial.
- Akses penghubung Meranti–Kuala Behe lumpuh total akibat jalan berlumpur dan jembatan sepanjang 8 meter yang rapuh.
- Warga di Desa Begawan Ampar menunjukkan kondisi jalan setinggi betis orang dewasa yang tidak bisa dilalui kendaraan.
- Bupati Karolin Margret Natasa berjanji mengupayakan penanganan darurat meski daerah menghadapi keterbatasan anggaran.
- Kerusakan infrastruktur ini berdampak langsung pada ribuan warga di dua kecamatan, terutama akses pendidikan dan distribusi logistik.







