Kalbar Bersuara Gagas Dialog Publik. Kupas Peran Jokowi di Kalbar

PONTIANAK, KB1- Diskusi serius dalam suasana santai tersaji dalam sebuah forum diskusi publik yang digagas Kalbar Bersuara. Kali ini tema dan kemasan dalam diskusi terkesan beda dengan diskusi lainnya.
Puluhan aktivis mahasiswa dan narasumber pendukung yang berkompeten pun dihadirkan. Lebih menarik lagi, acara tersebut disiarkan langsung oleh Pon TV, pada Senin (10/11/2014) malam tadi.

Bila dilihat sepintas, konsep tayang dalam diskusi ini hampir mirip dengan tayangan Indonesia Loyer Club, yang dipandu Karny Ilyas. Bila ditarik di Kalbar, mendapat animo yang antusias dari masyarakat luas.
Ketua Lembaga Kalbar Bersuara, Faiz menyebutkan diskusi publik ini digelar bertujuan untuk mengobati kerinduan masyarakat Kalbar akan diskusi dan menuangkan ide pembangunan untuk daerah.

“Mulai dari mengkritisi sampai mencari solusi,” tuturnya, kepada kalbarsatu.com

Malam tadi, sejumlah narasumber berkompeten pun dihadirkan. Sebut saja, Sekda Kalbar, Hipmi Kalbar, anggota DPRD hingga akademisi. Tak ingin ketinggalan, puluhan aktivis mahasiswa juga dihadirkan untuk meramaikan diskusi di studio Pon Tv, Gedung graha Pena, Jalan Gajah Mada, Pontianak.

“Malam tadi kita mengangkat tema “Apa yang Didapat Kabinet Kerja Jokowi untuk Kalbar,” tuturnya.
Acara ini sendiri dimulai pukul 20.00 Wib yang dipandu Faiz dan Nurhadi. Acara ini nantinya akan berlanjut setiap dua minggu sekali.

Akademisi Untan, AB Tangdililing menyebutkan untuk pemerintahan Jokowi sekarang, ia lebih menekankan pada peran Gubernur Kalbar, Cornelis untuk tetap fokus memimpin dan mengawal Kalbar.
Sementara Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie justru tidak mempermasalahkan Kalbar memiliki keterwakilan menteri atau tidak. “ Yang pastinya kita lihat visi dan misi pak Jokowi-Jk. Nah dari visi misi itu kita rebut peluang tersebut, “ tuturnya. Ia pun tidak lupa, bagaimana peran Pemprov Kalbar saat ini lebih memperioritaskan pembangunan infrastruktur jalan.

Tak kalah ketinggalan, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kalbar, Muhammad Rifal justru lebih memandang posisi Kalbar yang sangat diuntungkan karena Gubernur sekarang dengan Presiden, merupakan satu partai yang merupakan kesempatan baik dari segi anggaran karena pada periode lama belum maksimal yang didapatkan Kalbar.

“Perbatasan kita rusak parah, untuk kedepanya menjadi tolak ukur mudah-mudahan pembangunan sampai ke perbatasan,”kata Rifal.

Peran Hipmi sejauh ini terus mendukung investasi yang masuk ke Kalbar untuk mengajak bersama-sama untuk menarik investasi agar bisa membawa kemajuan bagi daerah.

Pengamat ekonomi Kalbar, Rudi Lesman lebih menitikberatkan, tolak ukur sederhana pembangunan Kalbar lebih maju bisa dilihat dari banyaknya hotel yang menjamur di sejumlah daerah. Ia juga menilai karakter kepemimpinan Jokowi yang senang blusukan yang merupakan cara tepat karena ini akan bedampak yang kondusif agar ekonomi maju dan investasi lebih banyak lagi.

Anggota DPRD dari Koalisi Merah Putih dan Indonesia Hebat justru berbeda pandangan. Yandi misalnya. Ia menyebutkan Kalbar merupakan penyumbang APBN yang banyak, namun sejauh ini belum mendapatkan yang lebih dibandingkan Papua mendapat jatah menteri.

“Kami masih ragu apakah infrastruktur dapat terealisasikan dipersulit lagi dengan tidak ada mentri dari Kalbar sendiri” kata politisi Gerindra Kota Pontianak ini.

Kadri dari Koalisi Indonesia Hebat menilai kalbar, “Sekarang Kalbar telah mendapat segalanya, tinggal kita fokus untuk mensiapkan sumber daya manusianya” kita dapat mentri atau pun tidak itu tidak penting dana dari pusat lebih besar,” tuturnya.

Closing statemen dari pembawa acara, Nurhadi ,“ Apa yang kita bisa kita lakukan buat kalbar. Hanya orang kalbar yang bisa membangun Kalbar,” tuturnya. (sai/01)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1439 kali