Bedah Rumah di Kubu Raya, Syarief Abdullah: Jangan Ada Potongan Dana Pungli

Anggota DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mewanti-wanti agar bantuan bedah rumah (BSPS) di Kubu Raya bebas dari potongan dana pungli dan sesuai standar kualitas. (Foto: Dok/NasDem)

KalbarOke.Com — Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Barat sekaligus Anggota DPR RI Dapil Kalbar I, Syarief Abdullah Alkadrie, menghadiri kegiatan Sosialisasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kantor Desa Mekar Sari, Kabupaten Kubu Raya, Senin (4/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Syarief memberikan peringatan keras terkait potensi penyimpangan dana bantuan.

Di hadapan 90 penerima manfaat yang berasal dari enam desa, Syarief menegaskan bahwa program bedah rumah ini harus bersih dari praktik potongan dana atau pungutan liar (pungli) dalam bentuk apa pun. Ia meminta seluruh pihak, mulai dari pelaksana hingga fasilitator, untuk menjaga amanah tersebut.

“Saya mewanti-wanti agar tidak ada pungutan liar dalam bentuk apa pun dan sekecil apa pun selama proses penyaluran dan pembangunan,” tegas Syarief Abdullah Alkadrie di hadapan warga Desa Mekar Sari, Sungai Asam, Sukalanting, Tebang Kacang, Permata Jaya, dan Sungai Bulan.

Wakil Ketua Banggar DPR RI ini menjelaskan bahwa program BSPS merupakan hasil kawalan aspirasinya untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan hunian yang layak. Mengingat sifatnya sebagai dana stimulan, Syarief menekankan pentingnya efektivitas penggunaan dana agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh penerima.

Baca :  Coba Kabur usai Senggol Motor Satu Keluarga, Pengemudi SUV di Trans Kalimantan Diamankan Warga

“Walaupun nilai bantuannya tidak besar karena sifatnya stimulan, ini adalah bentuk perhatian negara. Saya berharap, dana yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kualitas bahan bangunan juga perlu diperhatikan, pastikan sesuai standar agar rumah yang dibangun itu sesuai,” tambahnya.

Sejak tahun 2016, Syarief tercatat telah memperjuangkan puluhan ribu bantuan bedah rumah di wilayah Kabupaten Kubu Raya melalui jalur aspirasi di parlemen pusat.

Senada dengan hal tersebut, PPK Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Kalimantan Barat, Nefri Matina Sampatiku, menyatakan komitmennya untuk memastikan aspek teknis di lapangan berjalan sesuai prosedur. Ia menegaskan bahwa pihak balai akan memantau ketat proses pemilihan toko bangunan hingga kualitas material yang digunakan.

Baca :  Menpar Luncurkan 483 Skema Okupasi Pariwisata, Perkuat SDM Hadapi Persaingan Global

“Pelaku utama dari bantuan ini adalah penerima itu sendiri. Kami dari balai memastikan secara teknis agar apa yang telah diperjuangkan Pak Syarief di pusat dapat terwujud dengan kualitas yang baik di lapangan,” pungkas Nefri.


Ringkasan Berita:

  • Syarief Abdullah Alkadrie mensosialisasikan program bedah rumah (BSPS) bagi 90 warga di Kabupaten Kubu Raya, Senin (4/5/2026).
  • Syarief memberikan peringatan keras agar tidak ada potongan dana atau pungli selama proses penyaluran bantuan.
  • Warga dari enam desa di Kubu Raya diingatkan untuk memperhatikan kualitas bahan bangunan agar rumah yang dibangun layak huni.
  • Program ini merupakan bagian dari puluhan ribu bantuan rumah yang telah diperjuangkan Syarief melalui aspirasi DPR RI sejak 2016.
  • Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Kalbar memastikan prosedur teknis akan dikawal ketat demi kualitas bangunan yang baik.