Sesalkan Pemangkasan Anggaran Pendidikan, Tjhai Chui Mie: Sulit Capai Indonesia Emas 2045

Wako Singkawang Tjhai Chui Mie protes pemangkasan anggaran pendidikan sebesar Rp40 miliar dan berharap hal tersebut tidak terulang pada RKPD 2027. (FOTO: Para pelajar Singkawang ikuti Gebyar Hardiknas/Komf.)

KalbarOke.Com — Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyampaikan protes keras terkait kebijakan pemangkasan anggaran di sektor pendidikan yang terjadi pada tahun 2026. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 di Balairung Kantor Wali Kota, Jumat (17/4/2026).

Tjhai Chui Mie mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, anggaran pendidikan di Kota Singkawang mengalami pengurangan yang cukup signifikan, yakni mencapai sekitar Rp40 miliar. Ia berharap kondisi defisit atau kebijakan pemangkasan serupa tidak kembali terulang dalam perencanaan tahun 2027 mendatang.

Menurutnya, anggaran pendidikan sangat krusial mengingat masih banyaknya sekolah yang membutuhkan perbaikan gedung, sarana prasarana, hingga dukungan teknologi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas SDM di Kota Singkawang.

“Sekolah-sekolah kita masih banyak membutuhkan perbaikan gedung, sarana prasarana, hingga dukungan teknologi pembelajaran. Tentu sangat sulit untuk mencapai visi misi Indonesia Emas 2045 jika anggaran pendidikan terus dipangkas,” tegas Tjhai Chui Mie pada Jumat siang.

Baca :  Kunjungi SRT 53 Pontianak, Djamari Chaniago Ingatkan Siswa Jaga Ibadah dan Hormati Guru

Ia menilai, pemangkasan anggaran ini kontradiktif dengan cita-cita besar nasional. Baginya, peningkatan kualitas pendidikan adalah kunci utama untuk menempatkan Singkawang di posisi yang kompetitif, meskipun saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Singkawang sudah berada di posisi kedua di Kalimantan Barat dengan angka 75,67.

Selain masalah pendidikan, Wali Kota juga menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan yang adil. Ia meminta pihak fasilitas kesehatan untuk mengutamakan keselamatan nyawa pasien sebelum urusan administrasi.

“Bagaimana mau cerita Kota Singkawang maju kalau masyarakatnya saja tidak sehat. Saya ingin pelayanan kepada masyarakat tidak dibeda-bedakan, utamakan kesehatan pasien dulu baru administrasinya,” ujarnya.

Dalam Musrenbang tersebut, Tjhai Chui Mie juga memaparkan rencana pembangunan infrastruktur strategis seperti perpanjangan runway bandara, pembangunan jalan lingkar barat–utara, hingga peningkatan jalan Singkawang–Bengkayang. Proyek-proyek ini dianggap penting untuk mengurai kemacetan dan mempercantik tata kota.

Baca :  Siswi NTT Lolos SMA Taruna Bhayangkara, Chreestella Maritza Lewati 17.921 Peserta Jadi Satu-satunya dari Sikka

Wali Kota berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat memberikan dukungan lebih melalui program maupun hibah pendanaan agar pembangunan strategis yang menjadi kewenangan bersama dapat terlaksana tanpa terkendala pemangkasan anggaran di masa depan.


Ringkasan Berita:

  • Wali Kota Tjhai Chui Mie memprotes adanya pemangkasan anggaran pendidikan sebesar Rp40 miliar dalam Musrenbang RKPD 2027, Jumat (17/4/2026).
  • Ia menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai jika sarana prasarana sekolah dan teknologi pembelajaran tidak didukung anggaran memadai.
  • Meski IPM Singkawang tertinggi kedua di Kalbar, Wali Kota menilai perbaikan gedung sekolah tetap menjadi kebutuhan mendesak yang tidak boleh diabaikan.
  • Di sektor kesehatan, Wali Kota menginstruksikan agar layanan medis didahulukan daripada urusan administrasi demi menjamin keselamatan pasien.
  • Pemkot Singkawang berharap dukungan dana hibah dari Pemprov Kalbar untuk mengamankan proyek strategis seperti pengembangan bandara dan jalan lingkar.