Investor Tiongkok Diundang, Pemprov Kalbar Serius Garap Jalan Tol Supadio–Kijing Senilai Rp23,24 Triliun

Gubernur Ria Norsan berbincang dengan delegasi China Construction Fourth Engineering Division, Vinny Tju. | Investor Tiongkok Diundang, Pemprov Kalbar Serius Garap Jalan Tol Supadio–Kijing Senilai Rp23,24 Triliun. (Foto: Adpim)

KalbarOke.Com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmen Pemprov untuk merealisasikan pembangunan jalan tol. Proyek ini akan menghubungkan Bandara Supadio dengan Pelabuhan Internasional Kijing.

Proyek strategis ini merupakan salah satu fokus utama Pemprov Kalbar, selain upaya peningkatan prestasi pembangunan daerah lainnya. Jalan tol ini vital bagi pergerakan logistik di Kalbar.

“Kami sangat serius menyikapi ini. Karena itu, kita undang langsung investornya ke sini untuk membahas lebih detail wacana ini,” ujar Gubernur Ria Norsan.

Pembangunan tol Supadio–Kijing menjadi prioritas utama karena fungsinya sebagai simpul vital pergerakan barang dan jasa. Proyek ini diharapkan meningkatkan efisiensi logistik dan distribusi hasil alam.

Dampak signifikan dari proyek ini adalah percepatan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, diharapkan juga adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat secara menyeluruh.

“Sekarang kita lagi cari investor yang cocok, yang pas untuk bangun ini,” tegas Gubernur Ria Norsan.

Baca :  Norsan Sambut Program Li-Bapan: Sabuk Hijau Khatulistiwa, Pohon Aren dan Beringin Hijaukan Kalbar

Proyek tol Supadio–Kijing ditaksir memiliki indikasi nilai investasi mencapai Rp23,24 triliun. Saat ini, proyek tersebut sedang memasuki tahap persiapan awal dan peninjauan dokumen.

Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS) dan desain dasar dijadwalkan mulai ditinjau pada tahun 2026. Tahapan Amdal serta pengadaan tanah akan menyusul pada 2027 dan 2028.

Lelang investasi baru dapat dilakukan setelah seluruh aspek lingkungan dan kesiapan lahan telah terpenuhi. Gubernur berharap agar proyek strategis ini tidak mengalami penundaan lagi.

Delegasi China Construction Fourth Engineering Division yang dipimpin Vinny Tju menyambut baik peluang kerja sama ini. Mereka segera akan melakukan kajian teknis secara menyeluruh.

“Pada intinya, dari pertemuan bersama Bapak Gubernur, kami ingin mengetahui secara detail langkah-langkah kerja sama yang bisa kita lakukan,” ujar Vinny Tju.

Baca :  Imbau PMI Patuhi Hukum Sarawak, KJRI Kuching Catat 321 WNI Dideportasi Sejak Awal Tahun

Vinny Tju menekankan bahwa ini adalah langkah besar yang dibangun bersama. Tujuannya adalah demi kemajuan dan peningkatan perekonomian di Kalimantan Barat.


Ringkasan

• Gubernur Kalbar, Ria Norsan, serius menggarap rencana pembangunan Jalan Tol Supadio–Kijing, yang menjadi simpul vital pergerakan logistik.

• Pemprov Kalbar secara aktif mencari investor yang tepat dan baru saja menerima delegasi dari China Construction Fourth Engineering Division.

• Proyek ini bernilai indikasi investasi Rp23,24 triliun, dan ditargetkan mempercepat pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Kalbar.

• Dokumen Studi Kelayakan (FS) dan desain dasar proyek dijadwalkan mulai ditinjau pada tahun 2026, diikuti Amdal pada 2027, dan pengadaan lahan pada 2028.

• Lelang investasi baru dapat dilakukan setelah semua aspek lingkungan dan kesiapan lahan telah dipenuhi.