Meno Heluka Terduga Terlibat Penembakan Babinsa di Yahukimo Ditangkap

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap Meno Heluka di Yahukimo, Papua Pegunungan. Ia diduga terlibat penembakan Babinsa TNI AD dan bagian dari kelompok bersenjata aktif. Foto: Divisi Humas Polri

KalbarOke.com — Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menangkap seorang terduga anggota kelompok bersenjata, Meno Heluka, dalam operasi penegakan hukum di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin pagi, 23 Februari 2026.

Meno Heluka diamankan di kawasan Pasar Baru setelah sebelumnya dipantau selama hampir dua hari di sekitar Terminal 88. Aparat menduga ia hendak bergerak menuju wilayah Korowai. Tim penegakan hukum Unit Yahukimo melakukan pemantauan tertutup sebelum akhirnya melakukan penangkapan secara cepat dan terukur.

Usai diamankan, Meno Heluka langsung dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman oleh penyidik.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo, mengatakan penangkapan dilakukan berdasarkan hasil pengembangan informasi lapangan. “Begitu keberadaannya dipastikan, personel bergerak cepat sehingga penindakan dapat dilakukan tanpa mengganggu situasi keamanan di sekitar lokasi,” kata Yusuf, Selasa, 24 Februari 2026.

Baca :  Satgas Damai Cartenz Jaga Ibadah di Sinak, Negara Hadir di Pagi Pegunungan Papua

Berdasarkan pemeriksaan awal, penyidik menduga Meno Heluka terlibat dalam penembakan terhadap Serka Segar Mulyana pada 16 Juni 2025. Korban merupakan prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah Yahukimo. Peristiwa tersebut terjadi saat korban menjalankan tugas pembinaan teritorial di daerah rawan gangguan bersenjata.

Selain itu, aparat menyebut Meno Heluka sebagai salah satu anggota inti kelompok Kopitua Heluka, yang selama ini dipetakan sebagai kelompok aktif melakukan aksi kekerasan bersenjata di wilayah Pegunungan Papua.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani, menegaskan aparat akan terus menindak tegas setiap pelaku kekerasan. “Setiap individu yang terlibat aksi kekerasan terhadap aparat maupun warga sipil akan diproses sesuai hukum. Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Papua,” ujarnya.

Baca :  Peringatan Bagi Ekspedisi! Karantina Kalbar Amankan 1,6 Ton Telur, Kulit Sapi dan Burung di Pelabuhan Dwikora

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Komisaris Besar Polisi Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap Meno Heluka difokuskan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan jaringan lain. “Pemetaan dan profiling jaringan masih terus kami lakukan,” kata dia.

Saat ini, Meno Heluka masih menjalani pemeriksaan lanjutan di Satuan Reserse Kriminal Polres Yahukimo. Aparat memastikan seluruh proses hukum dilakukan secara profesional dan transparan untuk mengungkap rangkaian kekerasan bersenjata di wilayah tersebut. (*/)