Kenangan Coffee Buka Gerai Perdana di Taiwan, KDEI Taipei Dorong Ekspor Kopi Indonesia

Kenangan Coffee resmi membuka gerai pertama di Taipei. KDEI menyebut ekspansi ini berpotensi meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Taiwan. Foto: dok Kemendag

KalbarOke.com – Ekspansi kopi Indonesia ke pasar global kembali bertambah dengan dibukanya gerai perdana Kenangan Coffee di Taipei, Taiwan. Kehadiran gerai ini mendapat dukungan penuh dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia Taipei sebagai bagian dari upaya memperluas pasar ekspor produk nasional.

Gerai pertama tersebut berlokasi di pusat perbelanjaan Shin Kong Mitsukoshi A11 dan menjadi pintu masuk bagi kopi Nusantara untuk menjangkau konsumen Taiwan. Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, menilai ekspansi ini menunjukkan daya saing kopi Indonesia di pasar internasional.

“Kehadiran Kenangan Coffee di Taiwan membuktikan kopi Indonesia berkualitas dan berdaya saing, serta berpotensi meningkatkan ekspor produk Indonesia,” ujar Arif dalam seremoni pembukaan, Selasa, 7 April 2026.

Ia menambahkan, KDEI Taipei akan terus mendukung promosi kopi Indonesia melalui kolaborasi dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan lokal, termasuk pemanfaatan media dan jaringan influencer di Taiwan.

Seremoni pembukaan turut dihadiri Group CEO sekaligus Co-Founder Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, Co-Founder Kenangan Coffee Taiwan Peter Wu, serta perwakilan perbankan Indonesia di Taiwan.

Gerai ini sebelumnya telah melakukan soft opening pada 28 Maret 2026 dan mencatatkan antusiasme tinggi dari pengunjung. Rata-rata kunjungan mencapai sekitar 250 orang per hari pada hari kerja dan meningkat hingga 350 orang saat akhir pekan.

Baca :  Mentan Amran Ajak Generasi Muda Terjun ke Pertanian, Kementan Siapkan Bibit dan Pupuk Gratis

Untuk menarik minat konsumen, Kenangan Coffee akan menggelar grand opening pada 10 April 2026 dengan menghadirkan menu spesial Pistachio Macchiato yang tersedia secara terbatas, serta promosi beli satu gratis satu.

Selain menyasar konsumen lokal, kehadiran gerai ini juga menjadi penghubung bagi komunitas Indonesia di Taiwan yang diperkirakan mencapai sekitar 400 ribu orang. “Lebih dari sekadar produk, kehadiran Kenangan Coffee juga merepresentasikan identitas Indonesia dan menjadi penghubung bagi masyarakat Indonesia di luar negeri,” kata Arif.

Sejumlah konsumen Taiwan pun memberikan respons positif. Sebagian besar mengaku baru pertama kali mencoba kopi Indonesia dan menilai rasanya khas serta tidak terlalu manis. Ekspansi ke Taiwan merupakan bagian dari strategi global perusahaan. Menurut Peter Wu, Taiwan menjadi pasar internasional ketujuh bagi Kenangan Coffee setelah ekspansi ke Malaysia, Singapura, dan Australia.

Ia menyebut perusahaan yang berdiri sejak 2017 itu kini telah memiliki lebih dari 1.300 gerai di dunia, dengan valuasi global mencapai lebih dari USD 1,2 miliar atau sekitar Rp19,2 triliun (kurs Rp16.000 per dolar AS).

Baca :  Kemendag Gelar Coaching Clinic Campuspreneur, Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor

Edward Tirtanata mengatakan ekspansi ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan cita rasa kopi Indonesia ke pasar yang lebih luas. “Kami berharap kehadiran ini tidak hanya diterima masyarakat Indonesia di luar negeri, tetapi juga dapat dinikmati oleh masyarakat lokal Taiwan,” ujarnya.

Dari sisi perdagangan, hubungan Indonesia dan Taiwan menunjukkan tren positif. Pada Januari–Februari 2026, total perdagangan kedua pihak mencapai USD 1,45 miliar atau sekitar Rp23,2 triliun. Indonesia mencatat surplus sebesar USD 26,6 juta atau sekitar Rp425,6 miliar.

Sepanjang 2025, total perdagangan Indonesia-Taiwan mencapai USD 9,96 miliar atau sekitar Rp159,3 triliun, dengan surplus Indonesia sebesar USD 1,13 miliar atau sekitar Rp18,1 triliun. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Taiwan antara lain besi dan baja, bahan bakar mineral, serta produk manufaktur lainnya, sementara impor didominasi mesin dan peralatan listrik. (*/)