KalbarOke.Com — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, membeberkan alasan kuat di balik ambisi pemerintah daerah untuk segera mewujudkan pembangunan Pasar Induk di eks Pasar Melati, Desa Parit Baru. Salah satu fakta ekonomi yang menjadi landasan utama adalah besarnya kontribusi hasil bumi Kubu Raya terhadap kebutuhan pangan di Kota Pontianak.
Berdasarkan kajian yang dilakukan, Sujiwo mengeklaim bahwa lebih dari 55 persen pasokan komoditas yang mengalir ke Pasar Induk Flamboyan di Kota Pontianak sebenarnya berasal dari wilayah Kabupaten Kubu Raya.
“Di Pasar Flamboyan, supply hasil kebun, pertanian, hasil laut, perikanan, di atas 55 persen berasal dari Kubu Raya. Artinya, supply untuk pasar induk nanti sangat aman,” tegas Sujiwo saat meninjau lokasi rencana pembangunan bersama tim Kementerian Perdagangan, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa dari sisi pemenuhan stok atau supply, Kabupaten Kubu Raya sudah sangat mandiri. Oleh karena itu, keberadaan pasar induk sendiri di wilayah Kubu Raya sudah menjadi kebutuhan mendesak dari berbagai aspek kajian, baik dari sisi permintaan pasar (market demand) maupun ketersediaan barang.
Persiapan pembangunan pasar yang berdiri di atas lahan seluas hampir satu hektare ini pun dinyatakan sudah sangat matang. Sujiwo menjamin dokumen pendukung seperti Andalalin dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) akan rampung dalam waktu singkat.
“Mengapa sepertinya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya ambisius untuk mewujudkan pasar induk ini? Pertama, pasar induk ini sudah menjadi kebutuhan dari semua aspek kajian kami,” jelasnya.
Rencananya, pasar induk tersebut akan dibangun dengan standar pasar modern yang nyaman dan representatif dengan anggaran usulan sebesar Rp30 miliar. Fasilitas yang disiapkan pun cukup lengkap, mulai dari kapasitas 330 lapak, kawasan tepi air (waterfront city), jalur joging, hingga ruang terbuka hijau.
Sujiwo juga memastikan bahwa para pedagang lama yang sudah puluhan tahun berjualan di lokasi tersebut tidak akan tergusur. Mereka akan mendapatkan prioritas utama untuk menempati bangunan baru nantinya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Perdagangan, Andre Prasetyo, menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Pihaknya akan segera melakukan pembahasan justifikasi teknis agar rekomendasi pembangunan bisa segera diterbitkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum.
“Insyaallah Pasar Induk Kubu Raya bisa terealisasi,” pungkas Andre.
Ringkasan Berita:
- Bupati Kubu Raya Sujiwo mengeklaim 55 persen lebih pasokan pangan di Pasar Flamboyan Pontianak berasal dari produksi petani dan nelayan Kubu Raya.
- Fakta tersebut menjadi dasar kuat bagi Pemkab Kubu Raya untuk membangun pasar induk sendiri yang mandiri secara suplai.
- Rencana pembangunan Pasar Induk di eks Pasar Melati memiliki target kapasitas 330 lapak dengan standar fasilitas modern dan ruang terbuka hijau.
- Sujiwo menjamin pedagang lama akan diprioritaskan seratus persen untuk menempati area baru guna menghindari konflik sosial.
- Kementerian Perdagangan memberikan sinyal positif untuk memberikan rekomendasi teknis agar usulan anggaran Rp30 miliar tersebut dapat terealisasi.







