Gandeng UNISSAS Sambas, STEI Abdussalam Ambawang Perkuat Literasi Ekonomi Syariah di Era Digital

STEI Abdussalam Ambawang bekerja sama dengan UNISSAS Sambas menggelar kuliah umum dan pelatihan jurnal untuk menjawab tantangan ekonomi syariah di era digital. (FOTO: Wakil Rektor UNISSAS, Sumar'in./Ist)

KalbarOke.Com — Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Abdussalam Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, sukses menggelar rangkaian kegiatan akademik berupa Kuliah Umum dan Pelatihan Penulisan Jurnal pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan bertajuk “Peluang dan Tantangan Ekonomi Syariah dalam Menghadapi Era Digital” ini dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS).

Acara tersebut dihadiri oleh sedikitnya 94 peserta yang terdiri dari jajaran dosen dan mahasiswa. Selain sesi kuliah umum, kegiatan ini juga mencakup pelatihan intensif penulisan jurnal ekonomi syariah yang diikuti oleh 8 dosen terpilih guna memacu produktivitas karya ilmiah di lingkungan kampus.

Ketua STEI Abdussalam, Hafidhloh, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran narasumber ahli dari UNISSAS. Ia berharap kegiatan ini mampu mengasah ketajaman civitas akademika dalam memahami tantangan digital serta menangkap peluang ekonomi syariah masa depan.

Baca :  Korupsi Proyek Jalan Lambau TA 2017, Oknum Pejabat PUPR Bengkayang Ditahan Kejari

“Goal besarnya adalah lahirnya karya-karya berkualitas, baik berupa buku maupun jurnal, dari tangan dosen dan mahasiswa kita,” ujar Hafidhloh.

Rektor UNISSAS, Arnadi, memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi antar-lembaga pendidikan tersebut. Menurutnya, penguatan ekonomi syariah di Kalimantan Barat memerlukan sinergi riset yang kuat untuk membangun ekosistem pendidikan yang unggul.

Sebagai pemateri utama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama UNISSAS, Sumar’in, membedah tuntas adaptasi instrumen ekonomi syariah terhadap teknologi finansial. Ia menekankan bahwa literasi digital yang mumpuni adalah kunci agar pemikiran ekonomi syariah lokal dapat diakui secara luas.

“Ekonomi syariah bukan hanya soal label, tapi soal nilai dan efisiensi yang harus didukung oleh data dan literasi digital yang mumpuni. Dosen dan mahasiswa harus berani menuangkan gagasan mereka ke dalam jurnal ilmiah,” tegas Sumar’in.

Baca :  Kejati Kalbar Pamer Rp115 Miliar dari Kasus Bauksit, Identitas Perusahaan Jadi Teka-teki

Melalui sinergi ini, STEI Abdussalam Ambawang berkomitmen untuk terus bertransformasi dan mendorong para akademisinya mempublikasikan riset-riset strategis yang bermanfaat bagi masyarakat luas di tengah derasnya arus digitalisasi.


Ringkasan Berita:

  • STEI Abdussalam Ambawang dan UNISSAS Sambas menggelar kuliah umum serta pelatihan penulisan jurnal pada Selasa (21/4/2026).
  • Kegiatan ini diikuti oleh 94 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa dengan fokus pada peluang ekonomi syariah di era digital.
  • Ketua STEI Abdussalam, Hafidhloh, menargetkan peningkatan publikasi karya ilmiah dan jurnal berkualitas dari lingkungan kampusnya.
  • Rektor UNISSAS Arnadi menyebut kolaborasi ini sebagai langkah konkret membangun sinergi riset pendidikan di Kalimantan Barat.
  • Assoc. Prof. Dr. H. Sumar’in selaku pemateri mendorong akademisi untuk aktif menulis jurnal agar gagasan ekonomi syariah diakui di level internasional.