KalbarOke.Com — Suasana hening dan sakral menyelimuti Kelurahan Sanggau Kulor, Kecamatan Singkawang Timur. Masyarakat setempat kembali melaksanakan ritual adat Ba Bo’o atau tradisi tutup kampung yang menjadi warisan leluhur sebagai simbol pembersihan diri dan lingkungan dari pengaruh negatif.
Ritual yang dimulai pada Selasa (28/4/2026) ini merupakan perwujudan rasa syukur demi keselamatan warga serta keberhasilan panen yang melimpah. Bertempat di kawasan rumah adat Pantak Padagi, prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Kepala Binuo Garantukng Sakawokng, Marsianus Kodim, bersama panyangahatn (imam adat) Iben.
Dalam pelaksanaannya, kampung akan diisolasi secara total dari aktivitas luar selama dua hari. Penutupan akses dimulai dari Selasa malam pukul 23.59 WIB hingga Kamis pagi pukul 06.00 WIB. Selama masa tersebut, Sanggau Kulor seolah “berhenti” sejenak dari hiruk-pikuk dunia luar.
Selama tradisi Ba Bo’o berlangsung, akses jalan utama di wilayah tersebut ditutup bagi khalayak umum. Mobilitas warga pun sangat dibatasi dan hanya diizinkan untuk keperluan yang bersifat sangat mendesak, seperti memberi makan ternak, itu pun dengan pengawasan ketat dari perangkat adat setempat.
Menanggapi pelaksanaan tradisi unik ini, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, menegaskan bahwa pihak kepolisian sangat menjunjung tinggi kearifan lokal yang ada di Kalimantan Barat.
“Polda Kalbar sangat menghargai keberagaman budaya dan tradisi masyarakat, termasuk ritual Ba Bo’o di Singkawang. Kami telah menginstruksikan personel di lapangan untuk melakukan pengawalan secara humanis guna memastikan prosesi adat berjalan khidmat,” ujar Kombes Pol Bambang Suharyono.
Polisi juga mengapresiasi sinergi yang baik antara tokoh adat, warga, dan aparat Bhabinkamtibmas setempat dalam menjaga stabilitas keamanan selama ritual berlangsung. Kepatuhan masyarakat terhadap aturan adat ini dinilai sebagai bentuk tingginya kesadaran kolektif dalam menjaga harmoni di Kota Singkawang.
Pihak kepolisian mengimbau bagi warga yang berada di luar wilayah Sanggau Kulor untuk menghormati jalannya ritual ini dengan menggunakan jalur alternatif selama penutupan jalan berlangsung.
Melalui ritual Ba Bo’o, masyarakat Sanggau Kulor berharap dapat keberkahan serta dijauhkan dari marabahaya. Tradisi ini sekaligus mempertegas identitas Kota Singkawang sebagai Kota Tertoleran di Indonesia yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan zaman dan kelestarian adat istiadat.
Ringkasan Berita:
- Masyarakat Sanggau Kulor, Singkawang Timur, menggelar ritual adat Ba Bo’o (tutup kampung) mulai Selasa (28/4/2026).
- Kampung diisolasi total selama dua hari sebagai simbol pembersihan lingkungan dan rasa syukur atas hasil panen.
- Akses jalan utama ditutup bagi umum; mobilitas warga hanya diizinkan untuk urusan sangat mendesak dengan pengawasan ketat.
- Polda Kalbar memberikan pengawalan humanis untuk memastikan ritual berjalan khidmat tanpa gangguan kamtibmas.
- Masyarakat diimbau menghormati prosesi adat ini dan menggunakan jalur alternatif selama penutupan wilayah berlangsung.







