Jembatan Temurak di Sanggau Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem, Warga dan Polisi Lakukan Perbaikan Darurat

Jembatan Temurak di Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, kembali rusak akibat hujan deras. Polisi dan warga melakukan perbaikan darurat agar akses tetap bisa dilalui. Foto: dok Humas Polri

KalbarOke.com – Kondisi Jembatan Temurak di Dusun Temurak, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, kembali mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Kerusakan akses penghubung vital itu kini menjadi perhatian pemerintah kecamatan, aparat kepolisian, dan masyarakat setempat.

Pengecekan kondisi terbaru jembatan dilakukan pada Kamis pagi, 14 Mei 2026, guna memastikan keamanan infrastruktur sekaligus mengantisipasi terganggunya mobilitas warga menuju Kecamatan Tayan Hilir.

Kapolsek Meliau Iptu Supar mengatakan jembatan tersebut sebelumnya sempat rusak dan telah diperbaiki secara gotong royong oleh unsur Forkopimcam, pihak perusahaan, pengusaha, dan masyarakat Kecamatan Meliau. Namun hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah itu pada Rabu malam kembali merusak struktur jembatan.

“Jembatan ini sebelumnya sudah diperbaiki bersama-sama oleh unsur Forkopimcam, pihak perusahaan dan masyarakat. Namun hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Rabu malam kembali berdampak terhadap kondisi jembatan,” kata Supar.

Baca :  Pekerja Kabur ke Hutan, Aparat Gabungan Meliau Amankan 15 Mesin Tambang Ilegal di Kuala Rosan

Hujan yang terjadi sejak Rabu petang menyebabkan debit air meningkat dan menggerus timbunan pada bagian jembatan yang sebelumnya telah diperbaiki. Akibatnya, kondisi jembatan kembali rusak dan dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Menanggapi kondisi itu, personel Bhabinkamtibmas Polsek Meliau bersama warga segera melakukan penanganan darurat dengan menimbun bagian jembatan menggunakan kerikil batu yang dimasukkan ke dalam karung.

Langkah sementara tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kendaraan terperosok sekaligus mencegah kemacetan total di jalur penghubung Meliau-Tayan Hilir. Setelah dilakukan penanganan darurat, kendaraan roda dua dan roda empat mulai dapat melintasi jembatan secara bergantian dengan pengawasan petugas dan warga setempat.

“Kami bersama masyarakat berupaya agar akses jalan tetap bisa digunakan meskipun harus dilakukan secara hati-hati. Personel di lapangan turut membantu mengatur dan memandu kendaraan yang melintas demi keselamatan pengguna jalan,” ujar Supar.

Jembatan Temurak memiliki peran penting sebagai akses penghubung menuju Kecamatan Tayan Hilir dan kawasan sekitarnya. Selain itu, lokasi jembatan berada tidak jauh dari Rumah Adat Betang Meliau yang akan menjadi pusat kegiatan budaya Gawai Adat Dayak pada 18 Mei 2026 mendatang.

Baca :  Modus Antar Pacar, Motor Warga Sekayam Digelapkan Teman Sendiri Senilai Rp28 Juta

Karena itu, pemerintah desa bersama pihak kecamatan disebut telah berkoordinasi untuk mempercepat proses perbaikan lanjutan terhadap jembatan tersebut. Perbaikan dinilai mendesak mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.

Kapolsek Meliau juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi Jembatan Temurak, terutama pada malam hari atau ketika hujan turun. Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas yang berjaga di lokasi.

Hingga Kamis siang, situasi di sekitar Jembatan Temurak terpantau aman dan arus lalu lintas masih dapat berjalan meski terbatas. Aparat kepolisian bersama pemerintah desa dan warga masih bersiaga sambil menunggu proses perbaikan permanen dilakukan. (*/)