Panen Jagung Hibrida di Perbatasan Sanggau Tembus 10 Ton per Hektare

Panen raya jagung hibrida di Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau mencapai produktivitas 10,14 ton per hektare dan disebut jadi model ketahanan pangan perbatasan. Foto: dok Humas Polri

KalbarOke.com – Program percepatan swasembada pangan nasional mulai menunjukkan hasil di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Tim Penanganan Khusus Ketahanan Pangan (TPKK) Desa Sotok bersama jajaran TNI-Polri dan penyuluh pertanian menggelar panen raya jagung hibrida di Dusun Keladang I, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Selasa, 9 Juni 2026.

Panen dilakukan di atas lahan produktif seluas satu hektare yang dikembangkan melalui program pemanfaatan lahan terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan wilayah perbatasan, antara lain Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Sekayam Khairul Fahrozy yang mewakili Camat Sekayam, Serma Jefri mewakili Danramil Sekayam, Kepala Desa Sotok Markus Deki, Babinsa Serda Rusmanto, serta Bhabinkamtibmas Briptu Rinaldy Andarsih.

Jagung hibrida unggulan itu dipanen setelah melewati masa tanam sejak 27 Februari 2026. Untuk mengukur produktivitas lahan, Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Sotok, Suyono, menggunakan metode ubinan pada sejumlah petak sampel.

Baca :  Diduga Hendak Curi Sawit, Pria di Ketapang Malah Tertangkap Simpan 12 Paket Sabu

Hasil penghitungan menunjukkan produktivitas jagung mencapai 10,14 ton per hektare. Angka tersebut dinilai berada di atas rata-rata produksi jagung nasional dan menunjukkan potensi agraris kawasan perbatasan Sekayam.

Kapolsek Sekayam, AKP Sutikno, mengatakan keberhasilan panen merupakan hasil sinergi antara petani, penyuluh pertanian, serta pendampingan TNI dan Polri di lapangan. “Capaian 10,14 ton per hektare ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi yang kuat antara petani, penyuluh, serta pendampingan babinsa dan bhabinkamtibmas,” kata Sutikno.

Menurut dia, keberhasilan Desa Sotok dapat menjadi contoh pengembangan lahan produktif bagi desa-desa lain di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. “Desa Sotok harus menjadi role model dalam mengubah lahan tidur menjadi klaster pangan produktif,” ujarnya.

Baca :  Polda Kalbar Ungkap 21 Kasus Narkoba, Sita Sabu Rp 4,3 Miliar dan Tangkap 32 Tersangka

Keberhasilan panen jagung tersebut juga mendapat apresiasi dari Polda Kalimantan Barat. Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, menyebut capaian produktivitas jagung itu menjadi indikator keberhasilan program ketahanan pangan di Kalimantan Barat.

“Angka 10,14 ton per hektare menunjukkan program ketahanan pangan yang terintegrasi dengan Asta Cita Presiden berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata Bambang.

Ia menilai penguatan sektor pertanian di wilayah perbatasan memiliki nilai strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Seluruh rangkaian panen raya berlangsung aman dan tertib dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Selain meningkatkan ketersediaan stok pangan daerah, hasil panen tersebut diharapkan mampu mendongkrak pendapatan petani secara berkelanjutan di Kabupaten Sanggau. (*/)