KalbarOke.com — Perayaan kemerdekaan di Kota Singkawang tahun ini tidak hanya akan diisi dengan upacara dan lomba yang mengandalkan kemeriahan. Pemerintah Kota Singkawang memilih membawa semangat merah putih ke ruang pendidikan melalui kegiatan yang memadukan permainan, olahraga, dan pengetahuan kebangsaan.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Pemkot Singkawang menyiapkan rangkaian Gebyar dan Gebrak Kemerdekaan untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut melibatkan pelajar dan guru serta dirancang sebagai ruang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memperkuat persatuan.
Kepala Disdikbud Kota Singkawang, Asmadi, mengatakan rangkaian kegiatan mulai dilaksanakan pada 11 Agustus 2026.
“Dalam rangka memupuk rasa cinta tanah air, bangga sebagai bangsa Indonesia, persatuan dan kesatuan, serta memperkuat Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara, kami menyiapkan berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar maupun guru,” kata Asmadi, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sejumlah perlombaan edukatif disiapkan dalam rangkaian Gebyar Kemerdekaan. Di antaranya lomba cerdas cermat dan lomba membaca teks Pancasila.
Bagi Disdikbud Singkawang, perlombaan tersebut bukan sekadar kegiatan pengisi agenda peringatan hari kemerdekaan. Ada pesan pendidikan yang hendak disampaikan: nilai kebangsaan perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui kegiatan yang dekat dengan dunia mereka.
Semangat kemerdekaan, dalam konsep kegiatan tersebut, tidak berhenti pada hafalan. Pelajar diajak mengenal kembali Pancasila, membangun kerja sama, sekaligus berkompetisi secara sehat. Pembukaan Gebyar Kemerdekaan dijadwalkan berlangsung di Kantor Wali Kota Singkawang dan dibuka oleh Wali Kota Singkawang.
Kegiatan akan diawali dengan Senam Cinta Tanah Air yang melibatkan unsur pendidikan. Asmadi mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membangun kebersamaan sekaligus menjaga kesehatan.
“Kegiatan senam ini untuk memupuk kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Kita ingin suasananya tetap penuh kegembiraan, sekaligus mendorong kesehatan jasmani dan rohani,” ujarnya.
Selain senam dan perlombaan edukatif, Disdikbud Singkawang juga memasukkan permainan tradisional ke dalam rangkaian perayaan. Pilihan tersebut menjadi cara untuk menghadirkan suasana kemerdekaan yang lebih sederhana. Permainan tradisional diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga mempertemukan pelajar dan guru dalam suasana yang lebih cair.
Di tengah perayaan yang kerap identik dengan acara besar dan kemeriahan, Asmadi justru menekankan pentingnya makna di balik kegiatan. Menurut dia, peringatan HUT ke-81 RI tidak harus dirayakan secara berlebihan. Kegiatan sederhana pun dapat memiliki arti jika mampu membangun rasa cinta tanah air dan kebersamaan.
“Banyak kegiatan yang kita laksanakan meskipun dalam suasana sederhana. Yang terpenting bagaimana momentum kemerdekaan ini dapat membangun rasa cinta tanah air, kebersamaan, dan kegembiraan di Kota Singkawang,” kata Asmadi.
Rangkaian Gebyar dan Gebrak Kemerdekaan itu sekaligus menjadi upaya Disdikbud menjadikan lingkungan pendidikan sebagai ruang untuk merawat ingatan tentang kemerdekaan.
Bagi pelajar, kemerdekaan tidak hanya hadir dalam buku sejarah atau upacara bendera. Ia bisa dirasakan lewat kebersamaan, permainan, kompetisi yang sehat, dan keberanian mengenal kembali nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan berbangsa.
Asmadi mengajak masyarakat Singkawang ikut menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. “Dirgahayu Indonesiaku. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!” ujar dia. (*/)






