Kebakaran Delapan Rumah di Singkawang Tewaskan Anak 12 Tahun, Api Muncul Saat Warga Tertidur

Kebakaran menghanguskan delapan rumah di Singkawang Tengah, Senin dini hari. Seorang siswi kelas 6 SD berusia 12 tahun meninggal dalam peristiwa tersebut. Foto: dok Humas Polri

KalbarOke.com — Suara ledakan membangunkan warga Jalan Tama Gang Cichong, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang, pada Senin dini hari, 17 Agustus 2026. Beberapa saat kemudian, api sudah membesar dan melahap rumah-rumah di kawasan tersebut.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu menghanguskan delapan unit rumah. Seorang anak perempuan berusia 12 tahun, pelajar kelas 6 sekolah dasar, meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Personel Pamapta Polres Singkawang segera mendatangi lokasi setelah menerima informasi kebakaran. Warga dan petugas pemadam kebakaran juga berjibaku memadamkan api yang dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Kebakaran terjadi ketika sebagian besar penghuni rumah sedang tidur.

Seorang warga pertama kali mengetahui kejadian itu setelah mendengar suara ledakan dari arah teras rumah. Ketika mengecek sumber suara, ia mendapati api telah membesar dan membakar bagian teras serta sebagian dinding ruang tamu.

Baca :  Dari Kampung Yuka, Edi Kamtono Ingin Lomba Sampan Bidar Menembus Sarawak hingga Brunei

Ia kemudian membangunkan istri dan kedua anaknya agar segera keluar dari rumah. Namun, setelah berada di luar, ia menyadari anak bungsunya masih tertinggal di dalam rumah. Ia sempat berupaya kembali masuk untuk menyelamatkan anak tersebut.

Namun, kobaran api yang semakin besar membuat usaha itu tidak memungkinkan. Dalam hitungan menit, situasi berubah menjadi kepanikan. Api merambat dan membakar sejumlah rumah di sekitar lokasi.

Petugas pemadam kebakaran bersama personel kepolisian dan warga terus melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 02.25 WIB. Setelah kobaran api padam, petugas melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang terbakar. Dari dalam salah satu rumah, petugas menemukan seorang anak perempuan dalam kondisi telah meninggal dunia.

Korban diketahui berusia 12 tahun dan masih duduk di kelas 6 SD. Ia merupakan anak dari pemilik rumah yang terbakar. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca :  Gebyar Kemerdekaan di Singkawang, Pelajar dan Guru Ikuti Lomba hingga Permainan Tradisional

Kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan delapan rumah tersebut. Belum ada kesimpulan mengenai sumber api maupun faktor yang menyebabkan kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan lain.

Peristiwa ini meninggalkan duka bagi keluarga korban, terutama karena kebakaran terjadi ketika penghuni rumah sedang beristirahat dan sebagian besar warga belum menyadari adanya api.

Kebakaran tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap potensi kebakaran tidak mengenal waktu. Pada malam hari, ketika sebagian besar penghuni tertidur, beberapa menit saja dapat menentukan apakah sebuah rumah masih menjadi tempat berlindung atau berubah menjadi kepungan api. (*/)