Kunjungi Gudang Bulog, DPRD Ketapang Soroti Minimnya Alat Pengering Gabah Petani Lokal

DPRD Kabupaten Ketapang melakukan kunjungan kerja ke Bulog untuk memastikan stok 4.500 ton beras aman. Kendala kapasitas gudang dan alat pengering gabah petani menjadi sorotan. (Foto: Hms)

KalbarOke.Com — Jajaran DPRD Kabupaten Ketapang melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor dan Gudang Bulog guna memastikan ketersediaan stok pangan serta kelancaran distribusinya di wilayah Kabupaten Ketapang. Rombongan diterima langsung oleh Pimpinan Cabang Bulog, Jarau Matu, beserta jajaran manajemen SCPP dan bisnis.

Berdasarkan pemaparan pihak Bulog, kondisi stok beras di Kabupaten Ketapang saat ini dipastikan dalam keadaan aman. Tersedia stok fisik sekitar 400 ton di gudang dengan tambahan pasokan yang sedang dalam perjalanan, sehingga total cadangan yang disiapkan mencapai 4.500 ton.

Namun, keterbatasan infrastruktur menjadi catatan penting. Kapasitas gudang Bulog saat ini hanya mampu menampung sekitar 2.000 ton, sehingga pihak Bulog perlu melakukan langkah ekstra seperti penyewaan gudang tambahan jika pasokan terus meningkat. Selain beras, stok minyak goreng juga tersedia sebanyak 300 ton.

Wakil Ketua DPRD Ketapang, Mathoji, menekankan bahwa selain ketersediaan stok, aspek distribusi harus dikawal ketat agar tepat sasaran, terutama untuk program bantuan pangan yang menargetkan 60.454 penerima.

Baca :  Soroti Zona Merah Narkoba dan Teror Air Upas, Mahasiswa Kalbar di Yogyakarta Desak Tangkap Bandar dan Pembakar

“Distribusi harus berbasis data yang akurat. Koordinasi antara desa, kecamatan, hingga pemerintah daerah perlu diperkuat agar tidak terjadi kendala di lapangan,” ujar Mathoji.

Program bantuan pangan tersebut akan memberikan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng secara gratis kepada setiap penerima di 20 kecamatan. Meski sempat terkendala ketersediaan karung plastik (karplas), penyaluran akan terus diperluas secara bertahap.

Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ketapang, Riyan Heryanto, menyoroti penurunan penyerapan gabah petani lokal akibat faktor cuaca dan minimnya sarana pascapanen, khususnya mesin pengering (dryer).

“Kita perlu mendorong peningkatan kualitas hasil petani, termasuk melalui penyediaan sarana pendukung dan pendampingan pascapanen,” kata Riyan Heryanto.

Selain memantau bantuan gratis, DPRD juga meninjau pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Saat ini, beras SPHP dijual seharga Rp11.300 per kilogram dengan target penyaluran hingga 500 ton per bulan guna menjaga stabilitas harga di pasar.

Baca :  Fokus pada Unsur Pengancaman, Satreskrim Ketapang Libatkan Saksi Ahli DAD Kalbar Terkait Kasus Fendy Sesupi

Kunjungan diakhiri dengan peninjauan langsung ke gudang penyimpanan untuk memastikan sistem perawatan stok sesuai standar operasional agar tetap layak konsumsi. DPRD mendorong Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk segera mencari solusi terkait ketersediaan lahan guna pembangunan gudang baru melalui program pemerintah pusat.


Ringkasan Berita:

  • DPRD Ketapang memastikan stok cadangan beras di Bulog mencapai 4.500 ton dan minyak goreng 300 ton dalam kondisi aman.
  • Kapasitas gudang Bulog yang terbatas (2.000 ton) menuntut adanya opsi sewa gudang tambahan.
  • Bantuan pangan menyasar 60.454 penerima di 20 kecamatan dengan paket 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng gratis.
  • DPRD menyoroti pentingnya bantuan alat pengering gabah (dryer) bagi petani lokal untuk meningkatkan kualitas penyerapan beras oleh Bulog.
  • Harga beras SPHP diatur sebesar Rp11.300/kg guna menekan inflasi di Kabupaten Ketapang.