Gawe Naik Dango ke-3 Monterado Berlangsung Meriah, Bupati Darwis Ajak Jaga Identitas Budaya Dayak

Perayaan Gawe Naik Dango ke-3 di Kecamatan Monterado berlangsung meriah di Rumah Panjang. Bupati Sebastianus Darwis menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal. (Foto: Lomba Busana Adat Dayak Anak-anak/Fb/MulanEv/)

KalbarOke.Com — Perayaan Gawe Naik Dango ke-3 Tahun 2026 tingkat Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, berlangsung meriah dan penuh khidmat di Rumah Panjang Monterado, Rabu (6/5/2026). Kegiatan budaya tahunan masyarakat Dayak ini mengusung tema “Ngampar Uma Ngarak Padi: Menjaga Kearifan Leluhur Dalam Perubahan Zaman.”

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkayang, tokoh masyarakat, serta paguyuban lintas etnis. Gawe Naik Dango merupakan tradisi adat sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen padi sekaligus penghormatan terhadap warisan leluhur.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini yang dinilai sebagai simbol kuat identitas budaya masyarakat Dayak yang sarat makna kebersamaan dan gotong royong.

“Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk terus menjaga nilai-nilai luhur warisan nenek moyang di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Budaya harus tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter masyarakat,” ujar Sebastianus Darwis.

Baca :  Heroaldi Serahkan Uang Saku ke Jemaah Haji Sambas, Titip Doa untuk Keberkahan dan Kemajuan Daerah

Antusiasme tinggi tampak dari warga yang memadati Rumah Panjang Monterado. Lukas, salah satu warga setempat, mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik, didukung oleh cuaca yang cerah.

“Kami masyarakat Monterado sangat bersyukur acara Gawe Naik Dango tahun ini berjalan meriah dan lancar. Harapan kami ke depan bisa lebih meriah lagi agar budaya leluhur ini semakin dikenal generasi muda,” kata Lukas.

Nuansa persaudaraan lintas etnis juga terasa kental dengan kehadiran Perkumpulan Keluarga Maluku (PKM) Singbebas. Ketua Paguyuban PKM Singbebas, James Lette, menyebutkan bahwa momen ini merupakan catatan sejarah karena untuk pertama kalinya paguyuban Maluku turut ambil bagian dalam perayaan adat Dayak di Monterado.

“Kami sangat bersyukur kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar walaupun dilaksanakan dengan semangat gotong royong. Ini pertama kalinya Paguyuban Ambon hadir, dan kami bangga bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan budaya yang penuh makna ini,” ungkap James Lette.

Baca :  Wisata Riam Sebopet Rusak, Pemkab Bengkayang Abaikan PETI Satu Kilometer dari Kantor Bupati

Kehadiran berbagai elemen masyarakat dan paguyuban etnis lain menunjukkan bahwa Gawe Naik Dango tidak hanya menjadi milik satu kelompok, tetapi menjadi ruang mempererat persatuan di Kabupaten Bengkayang. Melalui perayaan ini, kearifan lokal diharapkan tetap menjadi fondasi kehidupan masyarakat di tengah arus globalisasi.


Ringkasan Berita:

  • Gawe Naik Dango ke-3 Kecamatan Monterado digelar di Rumah Panjang Monterado pada Rabu (6/5/2026)
  • Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menekankan pentingnya melestarikan identitas budaya sebagai karakter pembangunan daerah.
  • Tradisi syukuran pascapanen padi ini diikuti dengan antusias oleh masyarakat setempat sebagai simbol kerukunan.
  • Untuk pertama kalinya, Perkumpulan Keluarga Maluku (PKM) Singbebas turut serta memeriahkan acara tersebut.
  • Perayaan ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mencintai adat istiadat di tengah modernisasi.