Polisi Selidiki Perusakan Saat May Day di Bandung, Sejumlah Orang Diamankan

Polda Jabar masih menyelidiki aksi perusakan fasilitas publik saat May Day di Bandung. Polisi telah mengamankan sejumlah orang dan mendalami motif kejadian. Foto: Divisi Humas Polri

KalbarOke.com – Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan terkait aksi perusakan fasilitas publik yang terjadi saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Bandung, Jumat, 1 Mei 2026.

Peristiwa yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu menyebabkan sejumlah fasilitas umum rusak, terutama di kawasan Cikapayang, Dago. Aksi perusakan diduga dilakukan oleh sekelompok orang berpakaian serba hitam.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut, termasuk mengumpulkan data terhadap sejumlah orang yang telah diamankan. “Masih kami dalami dan lengkapi terkait orang-orang yang diamankan,” ujar Hendra, Sabtu, 2 Mei 2026.

Baca :  AI Diproyeksi Tambah 3,67 Persen PDB Indonesia, Menkomdigi Tekankan Regulasi dan Percepatan Adopsi

Dari informasi sementara, kerusakan yang terjadi meliputi pembakaran videotron serta sejumlah fasilitas publik lainnya. Polisi kini fokus mengungkap motif di balik aksi tersebut.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, menyampaikan bahwa aparat telah mengamankan beberapa orang pascakejadian di sejumlah titik, termasuk kawasan Cikapayang. “Ada yang diamankan, namun kami belum bisa menyampaikan detail terkait identitas, barang bukti, maupun perannya,” kata Rudi.

Baca :  Kementan Percepat Tanam di Grobogan, Salurkan Pompa Air Cegah Gagal Panen

Ia menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan kepolisian telah mengantongi sejumlah identitas terduga pelaku. Menurutnya, indikasi awal menunjukkan aksi tersebut bukan bagian dari penyampaian aspirasi buruh. “Dari yang kami lihat, ini bukan aksi buruh, melainkan murni perusakan,” ujarnya.

Polda Jabar menegaskan akan menindak tegas para pelaku karena tindakan tersebut masuk kategori tindak kriminal yang merugikan masyarakat luas. “Kami berkewajiban melindungi masyarakat, khususnya warga Bandung,” kata Rudi. (*/)