Pasar Cempaka dan Kapuas Indah Bakal Direvitalisasi, Targetkan Jadi Pusat Kuliner dan Kreativitas Pemuda

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berencana merevitalisasi lantai dua pasar tradisional yang sepi menjadi ruang kreatif dan kuliner bagi anak muda. (FOTO: Edi Rusdi Kamtono saat meninjau kondisi Pasar Kapuas Indah dan Cempaka/Pro.)

KalbarOke.Com — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, berencana melakukan transformasi besar terhadap sejumlah pasar tradisional yang selama ini belum berfungsi optimal. Rencananya, ruang-ruang pasar yang sepi akan disulap menjadi wadah ekonomi kreatif bagi anak muda, guna menghidupkan kembali denyut ekonomi di pusat kota.

Beberapa lokasi yang menjadi prioritas penataan ulang adalah Pasar Cempaka dan Pasar Kapuas Indah. Edi menilai, pasar di era digital tidak boleh hanya menjadi tempat transaksi kebutuhan harian, tetapi harus mampu beradaptasi menjadi destinasi yang produktif dan inovatif.

“Pasar-pasar yang tadinya tidak aktif seperti Pasar Cempaka dan Pasar Kapuas Indah ini perlu direvitalisasi. Harapan kita ke depan pasar ini bisa hidup dengan konsep baru,” ujar Edi Rusdi Kamtono saat meninjau lokasi, Jumat (24/4/2026) sore.

Ia terinspirasi dari kesuksesan kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung, yang berhasil mengubah lantai atas pasar tradisional menjadi pusat gaya hidup anak muda. Edi mencontohkan Pasar Santa di Jakarta sebagai rujukan, di mana area yang sebelumnya mati suri kini populer menjadi tempat berkumpul, berjualan produk kreatif, hingga kafe.

“Lantai dua dan seterusnya bisa berfungsi menjadi pasar anak muda. Lebih kreatif, inovatif, menarik, dan akhirnya menjadi kawasan destinasi ekonomi,” katanya optimis.

Baca :  DPR Dorong Jaminan Sosial Gratis bagi 20 Juta Pekerja Miskin, Usul Dibiayai Dana BPJS

Namun, sebelum revitalisasi fisik dilakukan, Pemkot Pontianak akan melakukan pendataan ulang dan penertiban terhadap kepemilikan kios. Hal ini penting karena banyak kios yang dilaporkan beralih fungsi atau sudah lama kosong dan tidak digunakan sesuai ketentuan Surat Pemakaian Tempat Usaha (SPTU).

Selain kedua pasar tersebut, perbaikan bertahap juga akan menyasar Pasar Flamboyan dan Pasar Puring pada tahun ini. Fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih, aman, dan nyaman agar mampu bersaing dengan gempuran belanja daring (online).

“Pasar yang bersih, aman, dan kreatif pasti akan didatangi pengunjung. Ini penting karena sekarang pedagang offline juga menghadapi tantangan dari marketplace,” tambah Wali Kota.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Ibrahim, menambahkan bahwa kondisi fisik Pasar Cempaka memang memerlukan pembenahan serius, mulai dari atap hingga pengecatan ulang. Ia menegaskan, kios-kios yang dibiarkan kosong dalam waktu lama dapat diambil kembali oleh pemerintah untuk dialihkan kepada pelaku usaha yang lebih produktif.

Baca :  Menkeu Purbaya: Perempuan Penopang Ekonomi, Kartini Bukan Sekadar Emansipasi

“Sesuai aturan di SPTU, kalau sudah sekian lama tidak digunakan, maka bisa diambil kembali oleh pemerintah kota. Kita akan coba perbaiki dan baguskan untuk tempat kuliner, kreativitas pemuda, hingga coffee shop,” jelas Ibrahim.

Ibrahim menargetkan penataan fisik Pasar Cempaka dapat dimulai tahun ini. Rencananya, kawasan ini juga akan diintegrasikan dengan aktivitas ekonomi malam hari, seperti sentra kuliner dan pasar malam, guna memaksimalkan potensi ekonomi di 18 pasar yang dikelola oleh Pemerintah Kota Pontianak.


Ringkasan Berita:

  • Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau Pasar Cempaka dan Kapuas Indah pada Jumat (24/4/2026) untuk rencana revitalisasi.
  • Lantai dua pasar yang sepi akan dialihfungsikan menjadi ruang ekonomi kreatif, pusat kuliner, dan kafe bagi anak muda.
  • Pemkot akan menertibkan kios-kios kosong atau yang menyalahi aturan SPTU sebelum memulai renovasi fisik.
  • Selain Pasar Cempaka, rehabilitasi juga akan menyasar Pasar Flamboyan dan Pasar Puring untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
  • Program ini bertujuan menjadikan pasar tradisional tetap relevan dan mampu bersaing dengan tren belanja daring melalui daya tarik kreativitas.