Turnamen Mini Soccer Tunggul Boyok Meriahkan Gawai Padi 2026 di Sanggau

Turnamen mini soccer di Desa Tunggul Boyok, Sanggau, digelar untuk menyambut gawai padi 2026 dan mempererat kebersamaan warga. Foto: Divisi Humas Polri

KalbarOke.com – Suasana kebersamaan dan sportivitas mewarnai pembukaan turnamen mini soccer di Lapangan Bola Bonua Engkadot, Desa Tunggul Boyok, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan gawai padi atau Nosu Podi yang merupakan tradisi masyarakat setempat.

Turnamen yang dimulai pukul 13.00 WIB itu dihadiri sejumlah tokoh desa, aparat keamanan, serta perwakilan tim peserta. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan terhadap kegiatan olahraga sebagai sarana membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Pembukaan dilakukan secara sederhana, dilanjutkan dengan pertandingan perdana yang mempertemukan empat tim mini soccer dari wilayah Desa Tunggul Boyok. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya penonton yang memadati area lapangan.

Baca :  Dampingi Panglima Jilah, Krisantus Komitmen Jadikan Situs Keramat Raja Mawikng Cagar Budaya

Kepala Desa Tunggul Boyok, Yeremias Yas, mengatakan turnamen ini tidak sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan sosial antarwarga. “Ini momentum untuk memperkuat persaudaraan sekaligus menyambut gawai padi yang menjadi tradisi penting masyarakat,” ujarnya.

Bhabinkamtibmas setempat, Brigadir Pol Juni Santoso, mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama turnamen berlangsung. Ia mengajak seluruh peserta dan penonton menjunjung tinggi sportivitas. “Kami mengimbau semua pihak menjaga ketertiban agar kegiatan berjalan aman dan lancar,” katanya.

Menurut dia, kegiatan olahraga seperti mini soccer juga efektif memperkuat interaksi sosial masyarakat dari berbagai latar belakang, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang harmonis.

Baca :  Fakta Pilu Kecelakaan Bus Damri di Penyeladi: Sopir Keluhkan Rem Sedari Sambas, Perusahaan ‘Paksa’ Jalan

Secara terpisah, Kapolsek Bonti Iptu Erpan Yudi Asmara mengapresiasi inisiatif masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan positif. Ia menilai turnamen ini dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat persatuan. “Polri mendukung kegiatan masyarakat yang memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas kamtibmas,” ujarnya.

Ketua panitia, Meinisuri, menjelaskan turnamen ini merupakan agenda tahunan dalam rangka menyambut gawai padi. Selain sebagai hiburan, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial.

Melalui turnamen ini, masyarakat Desa Tunggul Boyok tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi agenda rutin yang memberi dampak positif bagi generasi mendatang. (*/)