KalbarOke.com — Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau program pengelolaan sampah organik berbasis pemberdayaan ekonomi yang digagas oleh Aisyiyah Kabupaten Sukoharjo di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, 2 April 2026.
Program tersebut mengusung budidaya maggot sebagai solusi pengolahan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Inisiatif ini dinilai sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam menjawab tantangan lingkungan dan ekonomi secara bersamaan.
Budi Santoso mengapresiasi langkah tersebut karena mampu mengubah limbah organik menjadi sumber daya bernilai ekonomi. “Ini langkah strategis yang tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Program ini menerapkan konsep ekonomi sirkular melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dengan mengolah limbah menjadi pakan ternak serta pupuk ramah lingkungan. Selain membantu pengelolaan sampah, pendekatan ini juga dinilai berpotensi memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurut Budi, pengembangan budidaya maggot dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor pakan serta mendorong tumbuhnya wirausaha berkelanjutan di berbagai daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Mendag didampingi sejumlah pejabat Kementerian Perdagangan, di antaranya Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Johni Martha, Sekretaris Jenderal Isy Karim, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan, serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat N.M. Kusuma Dewi.
Pemerintah berharap model pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti ini dapat direplikasi di berbagai wilayah sebagai solusi terpadu untuk mengatasi persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga. (*/)







