Pasar Induk Kubu Raya Berpeluang Jadi Solusi Relokasi Penuh Pasar Flamboyan Pontianak

Realisasi Pasar Induk Melati (PIM) Kubu Raya memicu wacana relokasi Pasar Flamboyan Pontianak yang dianggap sudah tidak layak berada di tengah kepadatan kota. (FOTO: Sujiwo dampingi Wakil Ketua Tim Bidang Pengembangan Sarana Perdagangan Kemendag meninjau lokasi rencana pembangunan Pasar Induk di Parit Baru/Pro.)

KalbarOke.Com — Rencana pembangunan Pasar Induk Melati (PIM) di Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2027 memicu wacana strategis terkait penataan ruang perkotaan di Kalimantan Barat. Jika pasar induk ini terealisasi, pemerintah dinilai perlu mulai memikirkan wacana relokasi penuh Pasar Flamboyan yang ada di Kota Pontianak ke wilayah Kubu Raya.

Wacana ini menguat mengingat posisi Pasar Flamboyan saat ini dianggap sudah tidak layak lagi berada di tengah kepadatan pusat kota. Selain menimbulkan kesan kawasan kumuh dan tidak tertata, keberadaan pasar tradisional skala besar di jantung kota tersebut kerap memicu kemacetan parah. Terlebih, lokasinya berdekatan dengan salah satu kawasan wisata pecinan dan kuliner unggulan di Pontianak yang memerlukan penataan estetika lebih baik.

Landasan kuat relokasi ini didukung oleh data yang diungkapkan Bupati Kubu Raya, Sujiwo. Ia mengeklaim bahwa lebih dari 55 persen pasokan komoditas yang mengalir ke Pasar Induk Flamboyan sebenarnya berasal dari wilayah Kabupaten Kubu Raya.

“Di Pasar Flamboyan, supply hasil kebun, pertanian, hasil laut, perikanan, di atas 55 persen berasal dari Kubu Raya. Artinya, supply untuk pasar induk nanti sangat aman,” tegas Sujiwo saat melakukan penajaman teknis bersama tim Kementerian Perdagangan RI, Senin (20/4/2026).

Baca :  Lebaran Sastra 2026: Momentum Silaturahmi Lintas Komunitas dan Seniman di Pontianak

Dengan dominasi pasokan yang berasal dari Kubu Raya, pemindahan aktivitas grosir ke wilayah penyangga dinilai akan jauh lebih efisien secara logistik. Hal ini juga sejalan dengan strategi Bupati Sujiwo yang ingin menjadikan PIM sebagai pusat pergerakan ekonomi baru sekaligus booster ekonomi daerah.

“Pasar itu pusat transaksi, pusat pergerakan ekonomi, dan secara alamiah menjadi off taker atau pembeli hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan lainnya,” jelas Sujiwo.

Sujiwo menambahkan bahwa di Kubu Raya merupakan pusat pelaku usaha grosir, mulai dari gula, bawang, minyak, hingga beras. Jika infrastruktur pasar induk modern ini selesai, koordinasi distribusi barang dalam skala besar akan lebih terpusat dan rapi.

Rencana pembangunan Pasar Induk Melati ini sendiri telah melalui tahap justifikasi teknis yang matang. Sujiwo optimistis bahwa dengan dukungan anggaran APBN, proyek ini akan menjadi ikon ekonomi yang kompetitif.

“Kalau di Jakarta ada PIM atau Pondok Indah Mall, di Kubu Raya juga ada PIM, tapi Pasar Induk Melati,” ujarnya berseloroh mengenai penamaan pasar tersebut.

Baca :  Sekda Amirullah Ingatkan 85 Ormas Pontianak: Kelola Dana Hibah Harus Sesuai Proposal

Jika wacana relokasi ini ditindaklanjuti secara serius antara Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, maka kawasan pusat kota Pontianak dapat ditata ulang menjadi area yang lebih bersih dan mendukung sektor pariwisata kuliner, sementara aktivitas distribusi logistik pangan dipusatkan di pinggiran kota yang lebih luas dan representatif.


Ringkasan Berita:

  • Realisasi Pasar Induk Melati (PIM) di Kubu Raya pada 2027 membuka peluang relokasi total Pasar Flamboyan dari pusat Kota Pontianak.
  • Pasar Flamboyan dianggap sudah tidak ideal berada di tengah kota karena memicu kekumuhan dan kemacetan, serta berada di area wisata kuliner.
  • Bupati Sujiwo mengeklaim 55 persen pasokan pangan di Pasar Flamboyan berasal dari Kubu Raya, sehingga pemindahan lokasi pasar induk akan lebih efisien.
  • PIM Kubu Raya disiapkan menjadi pusat grosir modern yang akan menampung hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan secara terintegrasi.
  • Pemerintah daerah optimistis pembangunan PIM akan menjadi strategi besar untuk mengurai kepadatan kota sekaligus menggerakkan ekonomi wilayah penyangga.