Syukuran Hasil Panen, Masyarakat Bengkayang Gelar Tradisi Ngatek Kaja’ Pade Berstatus “Bapuji Ka Nyabata”

Bupati Sebastianus Darwis menghadiri ritual adat Ngatek Kaja’ Pade VI di Padagi Rangkang sebagai bentuk syukur atas hasil panen masyarakat Dayak Bengkayang. (FOTO: Ist.)

KalbarOke.Com — Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menghadiri kegiatan adat dan budaya Ngatek Kaja’ Pade Ke-VI yang dipusatkan di Padagi Rangkang, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, pada Senin (20/4/2026). Ritual adat ini mengusung tema “Bapuji Ka Nyabata” yang bermakna mendalam sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas berkat kehidupan serta hasil panen.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai wilayah. Kehadiran Bupati Darwis menjadi bukti dukungan nyata pemerintah daerah dalam menjaga identitas budaya masyarakat Dayak di Kabupaten Bengkayang agar tetap lestari.

Dalam sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang konsisten menjaga tradisi Ngatek Kaja’ Pade sebagai warisan luhur leluhur. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan antarwarga.

Baca :  Lawan Peredaran Gelap Narkoba, Satresnarkoba Polres Bengkayang Blender 10 Gram Sabu

“Tradisi ini mengandung nilai spiritual, sosial, dan budaya yang sangat penting. Tema ‘Bapuji Ka’ Nyabata’ mengingatkan kita untuk selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat kehidupan, hasil panen, serta kebersamaan yang kita miliki,” ujar Bupati Sebastianus Darwis.

Bupati juga menitipkan pesan penting agar generasi muda terus dilibatkan dalam setiap prosesi adat. Ia berharap nilai-nilai budaya ini tidak tergerus oleh zaman. Pemerintah Kabupaten Bengkayang pun berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan daerah yang berbasis pada kearifan lokal.

Rangkaian acara Ngatek Kaja’ Pade Ke-VI diisi dengan berbagai ritual syukuran, doa bersama, serta penampilan seni tradisional yang memukau. Tokoh adat setempat menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan bentuk ungkapan syukur kolektif atas hasil pertanian sekaligus permohonan berkat untuk musim tanam berikutnya.

Baca :  Ironi Gedung Pancasila Bengkayang: Aset Sejarah Berusia 76 Tahun Rusak Parah Masih Jadi Tempat Sekolah

Suasana kekeluargaan dan gotong royong sangat terasa sepanjang acara berlangsung di Padagi Rangkang. Melalui momentum ini, diharapkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal semakin kuat, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang membanggakan bagi Kabupaten Bengkayang.


Ringkasan Berita:

  • Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menghadiri ritual adat Ngatek Kaja’ Pade Ke-VI di Padagi Rangkang, Kelurahan Sebalo, Senin (20/4/2026).
  • Acara bertema “Bapuji Ka Nyabata” ini merupakan tradisi syukur masyarakat Dayak atas hasil panen dan keberkahan hidup.
  • Bupati menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda agar nilai-nilai tradisi leluhur tetap terjaga di tengah modernisasi.
  • Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkomitmen mendukung kegiatan budaya sebagai bagian dari pembangunan berbasis kearifan lokal.
  • Ritual adat diisi dengan doa bersama, prosesi syukuran, dan pertunjukan seni budaya yang mempererat rasa kebersamaan warga.