Saksikan Wayang Kulit Semalam Suntuk, Norsan Ajak Warga Resapi Filosofi Memayu Mayuni Mawana

HUT ke-62 Kesenian Kuda Kepang Maju Tresno yang dirangkaikan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Siantan Hulu. (Foto: Pro)

KalbarOke.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada keluarga besar Paguyuban Jawa Kalimantan Barat atas konsistensi dan dedikasi tingginya dalam menjaga serta melestarikan adat budaya leluhur di tengah kemajemukan masyarakat Kalimantan Barat.

Menurut Gubernur, usia 62 tahun merupakan sebuah perjalanan panjang yang menjadi bukti nyata dari ketekunan, rasa kebersamaan, dan komitmen kuat dalam mempertahankan warisan budaya agar tetap hidup sekaligus berkembang subur di tanah Borneo.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ria Norsan saat menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Kesenian Kuda Kepang Maju Tresno yang dirangkaikan dengan pagelaran semalam suntuk wayang kulit di kawasan Gang Bima Sakti 3, Kelurahan Siantan Hulu, Kota Pontianak, Minggu (21/6/2026) malam.

Pada kesempatan malam penuh budaya tersebut, ribuan masyarakat yang memadati lokasi disuguhkan pagelaran wayang kulit yang apik dengan membawakan lakon “Bardahe Lakopolo”. Lakon sarat makna ini dibawakan langsung oleh dalang jemputan, Ki Saminggun Anggit Purwoko, yang didatangkan dari Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

Gubernur Norsan menegaskan bahwa eksistensi wayang kulit bukan sekadar tontonan hiburan pelepas penat semata, melainkan juga bertindak sebagai sarana tuntunan moral yang sangat sarat dengan nilai-nilai filosofi kehidupan.

“Wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan yang mengandung nilai-nilai luhur kehidupan. Saya sangat mengapresiasi filosofi yang diangkat Kesenian Maju Tresno, yaitu Memayu Mayuni Mawana, yang mengingatkan kita semua bahwa menjaga dan merawat warisan budaya merupakan bagian dari upaya memperindah tatanan kehidupan,” ujar Gubernur Ria Norsan dalam pidato sambutannya.

Baca :  Tragedi Kawasan Hutan Hambat Lahan Plasma Warga, Pemprov Kalbar Desak RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) dalam mendukung ruang pelestarian budaya etnis sebagai bagian penting yang tak terpisahkan dari pembangunan karakter daerah.

Menurutnya, Kalimantan Barat yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan adat budaya sangat membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat harmoni sosial dan memperkuat tali persatuan nasional. Dalam hal ini, Paguyuban Jawa dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata dan andil besar dalam mempererat kebersamaan di tengah kemajemukan Bumi Khatulistiwa.

Ia juga melayangkan pujian atas rangkaian kegiatan sosial kemasyarakatan yang turut dilaksanakan dalam momentum ulang tahun tersebut, seperti agenda sunatan massal gratis serta kirab budaya nusantara, yang dinilai ampuh memperkuat kembali nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat bawah.

Gubernur berharap semangat kebersamaan lintas etnis yang telah terbangun kokoh ini dapat terus dirawat secara kontinu dan dijadikan sebagai modal sosial yang kuat dalam rangka mewujudkan Kalimantan Barat yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

“Kita memiliki keberagaman yang menjadi kekuatan bersama. Jangan jadikan perbedaan sebagai pemisah, tetapi jadikan sebagai perekat persatuan dan kesatuan untuk membangun Kalimantan Barat yang lebih maju ke depan,” pesan Ria Norsan menyejukkan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Jawa Kalimantan Barat, Purwanto, menyampaikan bahwa organisasi Paguyuban Jawa saat ini telah berkembang pesat dan terbentuk di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Struktur kepengurusan di daerah dipastikan terus aktif melaksanakan berbagai kegiatan stimulasi pelestarian seni budaya daerah.

Ia memaparkan bahwa rangkaian kegiatan peringatan yang dikemas dalam konsep “Gregbeg Syura” ini sejatinya telah dimulai sejak tanggal 20 Juni 2026 dan menjadi momentum sakral untuk memperkuat nilai kebersamaan warga transmigrasi maupun keturunan Jawa dengan suku-suku lokal setempat.

Baca :  PWI Kalbar Ingatkan Wartawan Jaga Etika dan Profesionalisme di Era Digital

“Pelestarian budaya yang kita lakukan secara konsisten ini diharapkan dapat menjadi perekat kebhinekaan bangsa dan menjaga nilai-nilai tradisi luhur masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat Jawa yang telah menetap di Kalimantan Barat,” ungkap Purwanto.

Agenda perayaan malam kebudayaan tersebut berlangsung semarak dan kondusif dengan turut dihadiri oleh jajaran Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalbar, Ketua DPRD Kota Pontianak, Ketua Panitia HUT Kesenian Maju Tresno, para tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran sesepuh Paguyuban Jawa, serta ribuan warga Siantan yang antusias menonton hingga akhir laga.


Ringkasan Berita:

  • Gubernur Kalbar Ria Norsan menghadiri perayaan HUT ke-62 Kesenian Kuda Kepang Maju Tresno di Siantan Hulu, Kota Pontianak, Minggu (21/6/2026).
  • Acara dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk berlakon “Bardahe Lakopolo” yang didalangi oleh Ki Saminggun Anggit Purwoko asal Kebumen.
  • Gubernur memuji filosofi Jawa Memayu Mayuni Mawana yang diusung oleh kelompok kesenian setempat sebagai komitmen memperindah tatanan kehidupan lewat budaya.
  • Ketua Paguyuban Jawa Kalbar Purwanto menjelaskan rangkaian acara dikemas dalam tradisi Grebeg Syura yang dimulai sejak 20 Juni sebagai perekat kebhinekaan.
  • Selain pentas seni wayang dan kuda lumping, panitia juga menggelar aksi kepedulian sosial berupa sunatan massal dan kirab budaya bagi warga sekitar.