SDN 11 Pontianak Timur Raih Peringkat Empat SD se-Kota Pontianak

PONTIANAK,KB1-Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 yang terletak di Jalan Tanjung Raya I Jalan Ismita Kelurahan Tambelan Sampit Kecamatan Pontianak Timur terlihat biasa-biasa saja. Namun sekolah berakreditasi B itu ternyata memiliki prestasi yang patut diperhitungkan. Betapa tidak, SDN 11 selama tiga tahun berturut-turut meraih peringkat pertama hasil Ujian Nasional (UN) untuk tingkat sekolah negeri se-Kota Pontianak. Sementara untuk SD se-Kota Pontianak, baik sekolah negeri maupun swasta, SDN 11 menduduki peringkat keempat, naik satu tingkat dibandingkan tahun lalu. Tahun ajaran ini, nilai UN tertinggi yang berhasil diraih SDN 11 adalah, mata pelajaran Bahasa Indonesia 90,0, matematika 97,5 dan IPA 97,5.

Rita Kusumawati, Kepala SDN 11,mengatakan pihaknya punya kiat tersendiri untuk mendorong siswa memperoleh nilai UN terbaik. Hal pertama yang dilakukan, yakni mengevaluasi kemampuan siswa kelas VI. “Kemudian kita lakukan bimbingan belajar (bimbel), jadwalnya setelah jam belajar selesai yakni mulai pukul 13.00 WIB,” ujarnya kepada KALBARSATU.COM, Jumat (26/6).

Bimbel yang diberikan kepada siswa ini waktunya lebih fleksibel, artinya tidak ada batasan waktu yang pasti jam berapa selesai bimbelnya tergantung kisi-kisi soal yang dibahas. “Terkadang selesainya pukul 16.00 atau 17.00 sore. Tapi kita juga apresiasi kepada orang tua siswa yang mendukung anaknya ikut bimbel karena meskipun anak-anak mereka pulangnya sore namun tidak ada yang keberatan,” ungkap Rita.
Selain itu, diakuinya upaya ini tidak terlepas dari peran aktif para guru pembimbing bidang studi yang mendorong siswa untuk menggali kemampuannya. “Saya juga berterima kasih karena berkat guru-guru pembimbing juga yang telaten membimbing siswanya hingga sekolah ini meraih peringkat pertama untuk tingkat sekolah negeri se-Kota Pontianak,” katanya.

Baca :  Daftar Cawako di PKS, Andi Harun Siap Membangun Mendidik Masyarkat

Sementara itu, Ya’ Dedi Suhendi, guru Bahasa Indonesia yang juga menjadi pembimbing bimbel menghadapi UN bagi siswa kelas VI, menjelaskan, sebelum dimulainya bimbel, pihaknya terlebih dahulu mengidentifikasi kemampuan siswa dengan melakukan tes kemampuan. Hasil tes itu kemudian dikategorikan menjadi dua kelas yakni kelas A bagi peringkat atas dan kelas B bagi peringkat menengah ke bawah. “Kita sengaja membagi dua kategori itu karena penerapan metode pembelajarannya tersendiri,” terangnya.

Untuk mata pelajaran bimbel, pihaknya menitik beratkan pada mata pelajaran matematika karena bidang studi ini dinilai berat bagi siswa dalam menghadapi UN. Namun mata pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia tetap diberikan dalam bimbel. “Selama bimbel, kita berikan try out lima kali. Untuk soal try out, ada yang dibuat dari sekolah, dari penerbit dan ada yang kita download dari internet,” ujar Dedi.

Baca :  Daftar ke PKB, Andi Harun-Sugioto (Rico) Berpasangan Maju Pilwako Pontianak

Prestasi yang disabet SDN 11 ini bukanlah tanpa target. Sejak awal, kepala sekolah bersama guru-guru bertekad meraih nilai tertinggi UN dengan mematok target. Oleh karenanya, siswa-siswa dibimbing melalui bimbel supaya meraih prestasi yang maksimal. “Kita sudah targetkan supaya siswa meraih nilai terbaik, target ini bukan sekedar impian. Itulah yang membuat kita semangat dan kita juga dorong supaya siswa semangat meraih prestasi tertinggi,” kata guru yang pernah meraih peringkat I pada Lokakarya Membaca, Menulis Apresiasi Sastra se-Indonesia di Bogor tahun 2013 lalu.

Nurhayati, guru matematika dan IPA SDN 11, mengakui UN yang dihadapi siswa SD tahun ajaran ini terbilang cukup berat. Namun hal itu tidak mematahkan semangatnya selaku guru pembimbing mata pelajaran yang di-UN-kan untuk mendorong dan memotivasi siswa-siswa giat belajar. Dalam bimbel, siswa diberikan kisi-kisi soal untuk kemudian dibahas bersama guru pembimbing. “Memberikan bimbingan belajar kepada siswa kuncinya adalah ketelatenan dan kesabaran, bagaimana kita sebagai pendidik membimbing siswa dengan sabar supaya mereka bisa meraih hasil terbaik dalam UN,” pungkasnya.(dik/06)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 2425 kali